|
Kapulaga (Amomum cardamomum Willd)
Kapulaga (Amomum
cardamomum Willd) selama ini dikenal sebagai rempah untuk
masakan. Tapi, ia lebih banyak digunakan untuk campuran jamu. Di
beberapa daerah kapulaga dikenal dengan nama kapol,
palago, karkolaka, dan lain-lain. Nama asing kapulaga adalah pai
thou kou (Cina). Tumbuhan kapulaga tergolong dalam herba yang
dapat mencapai ketinggian 2-3 meter dan tumbuh di hutan-hutan yang
masih lebat. Kapulaga hidup subur di ketinggian 200-1.000 meter di
atas permukaan laut.
Awalnya memang hidup liar, namun kini kapulaga
dibudidayakan sebagai tanaman rempah. Konon kapulaga berasal dari
Vietnam. Tumbuhan berbatang basah ini memiliki batang berpelepah
daun yang membalut batangnya. Letak daunnya berseling-seling. Bunga
tumbuhan ini tersusun dalam tandan yang keluar dari rimpangnya.
Buahnya berbentuk bula telur, berbulu, dan berwarna kuning kelabu.
Buahnya berkumpul dalam tandan kecil dan pendek. Bila masak, buahnya
akan pecah dan membelah berdasarkan ruang-ruangnya. Di dalamnya
terdapat biji yang berbentuk bulat telur memanjang.
Biji, yang diambil dari tumbuhan sebelum buah
masak benar, dapat dimanfaatkan sebagai obat. Dalam dunia
obat-obatan biji yang telah dikeringkan dinamakan semen cardamomi.
Selain bijinya, yang digunakan untuk obat adalah bagian akar, buah,
dan batangnya.
KAPULAGA MENGANDUNG : minyak atsiri, sineol, terpineol, borneol, protein gula, lemak, silikat,
betakamfer, sebinena, mirkena, mirtenal, karvona, terpinil asetat,
dan kersik. Dari kandungan tersebut kapulaga memiliki khasiat
sebagai peluruh kentut dan antibatuk. Kapulaga juga memiliki khasiat
untuk mencegah keropos tulang. Ada dua cara untuk mendapatkan
khasiat kapulaga.
Pertama untuk pengobatan luar, dengan merebus
atau menghaluskan semua bagian tumbuhan kapulaga. Lalu airnya atau
adonan halusnya dibalurkan ke bagian yang sakit. Sedangkan untuk
pengobatan dalam, kapulaga direbus dan air saringannya diminum.
Menurut ahhli pengobatan tradisional Prof
HM Hembing Wijayakusuma, ada beberapa keluhan yang bisa diatasi
dengan kapulaga. Untuk pengobatan luar kapulaga bisa mengatasi bau
mulut (air rebusan campuran bunga kapulaga dan bahan lain,
dikumur-kumur), rematik, dan batuk rejan (adonan halus campuran
bahan, dioleskan pada dada dan leher).
Untuk pengobatan dalam kapulaga dapat mengatasi
kembung, kejang perut, sakit perut, masuk angin, bau mulut (air
rebusan bahan-bahan, diminum), muntah-muntah, radang lambung (maag),
batuk, influenza, demam, rematik, asam urat, dan pegal linu, dan
hernia. Sementara itu, yang digunakan untuk mencegah keropos tulang
adalah biji kapulaga. Menurut Hembing, untuk keropos tulang,
digunakan lima butir kapulaga, lima butir cengkeh, 200 gram ubi
jalar merah, lima gram biji pala, satu jari kayu manis, 10 butir
merica, dan 10 gram jahe merah. Semua bahan direbus dengan satu
liter air hingga tinggal 500 cc. Tambahkan di dalamnya 200 cc susu.
Air rebusan itu diminum dan ubi jalarnya dimakan.
Sumber
: dari berbagai sumber
|