Home | Produk | Daftar Distributor Daerah | Hubungi

Peluang Usaha

Dicari distributor atau agen untuk memasarkan produk Bandrek dan Bajigur diseluruh wilayah Indonesia

Jadilah yang pertama memasarkan di daerah anda

 

Sekilas Info

  1. Manfaat Jahe bagi kesehatan...

  2. Manfaat Lada bagi kesehatan...

  3. Manfaat Cengkeh bagi kesehatan...

  4. Manfaat Pala bagi kesehatan...

  5. Manfaat Kayu Manis bagi kesehatan...

  6. Manfaat cabe Jawa bagi kesehatan...

 

Tanaman Herbal

Adas

Anggur Merah

Asam Jawa

Bawang Bombay

Bawang Putih

Beluntas

Bengkoang

Boroco

Brotowali

Buncis

Bunga Matahari

Bunga Teratai

Coklat

Daun Dewa

Daun Sirih

Gandarusa

Inggu

Jambu Monyet

Jayanti

Jintan Putih

Kacang Tanah

Kapulaga

Kecubung

Kencur

Kunyit

Lidah Buaya

Mengkudu

Pinang

Putri Malu

Sengugu

Taoge

Tapak Dara

Tapak Kuda

Tapak Leman

Temu Lawak

 

                                              

                                       Inggu (ruta angustifolia L. press)  

Sinonim         :  R. Chalepensis L. var  angustifolia L = R. Graveolens

Familia          :  Rutaceae

Inggu berasal dari Eropa Selatan dan Afrika Utara, di Jawa tumbhan dapat menimbulkan iritasi lokal ini sering di tanam di perkebunan di ketianggian 1000 dpl. Tumbuh tegak, batang berkayu, silendris, beranting banyak, lemah, ramping, seluruh bagian bila di remas berbau tidak sedap,daun majemuk menyirip ganda, letak berseling dengan anak daun langset,atau bulat telur sunsang,pangkal menyempit, ujung tumpul,tepi rata, bertulang tidak jelas, panjang 8 – 20 mm lebar 2 – 6 mm, warna hijau muda, bunga majemuk dalam helai rata, keluar di ujung rantaing, dengan mahkota berbentuk mangkok berwarna kuning terang, buah kecil  lonjong, terbagi 4 – 5

Kotak, warna coklat biji berbentuk ginjal, warna hitam, di Eropa di kenal sebagai tumbuhan obat penolak guna-guna. Minyak esensialnya di gunanakan untuk pembuatan parfum dan kosmetik. Pambiakan melalui stek batang.

 

Nama Lain      : Inggu (sunda), godong minggu (Jawa), aruda (Sumatra) anruda busu (Makasar), raute (Jerman), Ruta (Itali), wijnruit(Balanda), common rue herb, rue, herb of grace (Inggris)

 

Penyakit Yang Dapat Diobati :

Demam, influenza, batuk, radang paru, ayan (epilepsi), hepatitis; Kejang pada anak, kecikutan (singultus, hiccup), kolik, cacingan,; Histeri (hysteria), nyeri ulu hati, nyeri dada dan hernia, bisul, Haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrrhea),; Radang kulit bernanah, memar akibat benturan benda keras, ; Gigitan ular berbisa dan serangga, Keracunan obat atau racun,; Pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa),; Radang vena (flebitis).;

 

PEMANFAATAN :

BAGIAN YANG DIGUNAKAN :

Seluruh herba dapat digunakan baik dalam bentuk segar atau yang telah dikeringkan. Pengeringan dilakukan dengan cara dijemur memakai naungan. Herbaini rasanya memualkan.

 

INDIKASI :

Herba ini dapat mengatasi: - demam, influenza, - batuk, radang paru, - kejang pada anak, ayan (epilepsi), - kecikutan (singultus, hiccup), kolik, -histeri (hysteria), - menghilangkan nyeri, seperti nyeri ulu hati, dada, dan hernia, -hepatitis, - haid tidak teratur, tidak datang haid (amenorrhoea), - ekzema pada anak, bisul,radang kulit bernanah, - memar akibat terbentur benda keras, - gigitan ularberbisa dan serangga, - keracunan obat atau racun lain yang mematikan, - radang vena (flebitis), pelebaran pembuluh darah balik (vena varikosa), dan - cacingan.

 

CARA PEMAKAIAN :

 

Herba sebanyak 10 - 15 g direbus, lalu minum. Untuk pemakaian luar, herba segar digiling atau ditemas-remas, lalu dibubuhkan pada bagian tubuh yang sakit seperti pengobatan pada sakit kepala, kejang pada anak, ketombe, gudig, sakit telinga, sakit gigi, bisul, memar, dan rematik. Oleh karena herba ini rasanya pedas maka pemakaian lokal yang terlalu banyak dapat menyebabkan warna kulit menjadi merah, membengkak, dan kadang timbul lepuh (buila). Minyak asirinya juga dapat digunakan sebagai minyak gosok untuk menghilangkan rasa nyeri pada bagian tubuh yang sakit.

 

CONTOH PEMAKAIAN :

 

1.   Demam

Sebanyak ½ genggam herba inggu segar dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai air rebusannya tersisa 3/4 bagian. Setelah dingin Lalu disaring, dapat ditambah madu sebelum diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas.

 

2.   Kejang pada anak

a.  Sebanyak 15 – 20 g daun inggu segar dicuci bersih Lalu potong- potong seperlunya. Rebus dengan 2 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, dibagi untuk 2 kali minum, yaitu pagi dan sore hari.

b.  Sebanyak 10 lembar daun inggu dicuci bersih dan digiling sampai halus.Tambahkan cuka seperlunya, remas sampai merata. Setelah selesai, adonan tadi dipakai untuk mengompres ubun-ubun anak yang sedang kejang.

 

3.   Nyeri ulu hati 

Sebanyak 1 5 g herba inggu segar dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, Lalu diminum sekaligus.

 

4.   Merangsang haid 

Sebanyak 28 g herba inggu kering direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, siap untuk dirninum. Setiap kali minum cukup 1/2 gelas.

 

5.   Kecikukan

Sebanyak 3/5 genggam daun inggu dicuci, Lalu direbus dengan 3 gelas air bersih sampai airnya menjadi 3/4 bagian. Setelah dingin disaring, siap untuk diminum. Sehari 3 kali, masing-masing 3/4 gelas. Setiap kali minum dapat ditambah madu secukupnya.

 

6.   Sakit telinga

Tiga genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu dibilas dengan air matang. Tumbuk sampai halus, kemudian peras dengan sepotong kain. Air perasannya diteteskan pada telinga yang sakit.

 

7.   Sakit kepala

Satu genggam daun inggu segar dicuci bersih lalu ditumbuk sampai lumat. Hasilnya dibagi dua sama banyak, tempelkan pada kedua pelipis.

 

8.   Sakit gigi

Tiga lembar daun inggu segar dicuci bersih Lalu dibilas dengan air matang. Lumatkan dengan jari sampai lunak.Masukkan ke dalam lubang gigi lalu ditutup dengan kapas.

9.   Ketombe, gudig 

Segenggarn daun segar, sepotong kunyit dan 1 sendok teh beras dicuci bersih Lalu digiling halus sampaiseperti bubur. Gosokkan pada kulit kepala atau kulit yang terkena gudig.

 

10. Bisul

Segenggam daun inggu dicuci bersih lalu digiling halus. Hasil gilingannya diperas dan air perasannya ini dicampur dengan bubuk indigo. Gunakan untuk memoles bisul.

 

11. Hepatitis

Daun inggu segar sebanyak 1/3 genggam dicuci bersih, Lalu tambahkan 3 gelas air bersih kemudian direbus sampai aimya tersisa separo. Setelah dingin disaring. Tambahkan air gula batu seperlunya bila hendak diminum. Sehari diminum 2 kali, masing- masing cukup ¾ gelas.

 

CATATAN :

-         Perempuan hamil dilarang menggunakan tumbuhan obat ini.

-         Dosis yang berlebihan menimbulkan tanda-tanda acro-narcotic poison dan menyebabkan keguguran pada perempuan hamil.

-         Beberapa zat aktif pada herba ini dapat rnenimbulkan hipersensitif terhadap cahaya bagi pemakainya (fototoksik). Setelah menggunakan herba ini, hindari terkena cahaya matahari langsung, untuk rnencegah timbulnya kemerahan padakulit, pembengkakan, sampai luka bakar. Timbulnya dermatitis dapat terjadi pada beberapa pengguna yang sensitif.

 

Komposisi :

SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS:

Herba rasanya pedas, agak pahit, dingin. Minyak asirinya mengandung oleum rutae, rasanya pahit, pedas dan memualkan, larut dalam air, tetapi tidak larut dalam alkohol dan eter. .

 

KANDUNGAN KIMIA :

Minyak asiri mengandung metil-nonilketone sampai 90%, ketone, pinena, 1-limonena, cineol, asam rutinat, kokusaginin, edulinine, skimmianine, bergapten, graveoline, graveolinine, asam modic, rutin,rhamno glikosid, quersetin flavenol, xanthotoxin, sedikit tanin. Minyak asiri digunakan juga pada industri kosmetika, seperti pembuatan sabun, krim, dan wangi-wangian. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian

 

1. Sejumlah percobaan pada binatang menunjukkan bahwa zat berkhasiat furoquinoline alkaloid skimmianine dapat menyebabkan keguguran. Hal ini diduga akibat efek stimulasi langsung pada otot kandungan (uterus).

 

2. Dari penelitian Perkembangan folikel ovarium mencit pada periode pasca-lahir yang diberikan suntikan ekstrak daun inggu dengan dosis 8 mg/100 g bb, temyata pada ovarium mencit berumur 21,35, dan 49 hari terjadi penurunan jumiah folikel primer, sekunder dan de Graaf, sedangjumlah folikel atresia meningkat. Hal ini diduga karena inggu bersifat estrogenik (Maria Esti Taruni, Fakultas B iologi UGM, 1993).

 

3.  Pemberian ekstrak daun inggu subkutan pada mencit dengan kehamilan 4 - 5 hari dengan dosis 0,08 mglg bb, pada uterus tampak peningkatan vaskularisasi, hemoragi, hiperplasia endometrium, perubahan glandula uterina, edema lamina propria endometrium, tidak terbentuknya sel raksasa, dan tebal miometrium bertambah. Keadaan tersebut hampir sama dengan pemberian estradiol benzoas

 

Sumber : dari berbagai sumber

 

Copyright © 2008 CV. Jamitra Inkaru Group. All rights reserved.