|
Kayu Manis ()
Kayu Manis Cegah Aterosklerosis dan Kanker
KAYU manis atau Cinnamomun
burmanni selama ini banyak dimanfaatkan ibu-ibu rumah tangga sebagai
bumbu dapur dan bahan pembuatan jamu. Aromanya yang harum menyengat,
serta rasanya manis sangat cocok sekali buat campuran kue dan cake.
Mungkin beberapa di antara kita tak sadar, di balik kenikmatan cake
dan kue tadi tersimpan khasiat luar biasa yang tak disangka-sangka.
Kayu berkulit kasar itu ernyata
tersusun dari senyawa sinamaldehid. Sinamaldehid merupakan turunan
dari senyawa fenol. Di dunia kedokteran, senyawa sinamaldehid
diketahui memiliki sifat anti-agregasi platelet dan sebagai
vasodilator secara in vitro. Platelet adalah kolesterol yang
menempel pada pembuluh darah. Agregasi (pengumpulan) platelet
menyebabkan terjadinya asterosklerosis atau lemak mengeras di
pembuluh arteri pada makhluk hidup.
Demikian diungkapkan Fauzan Azima, Mahasiswa S-3 Program Studi Ilmu
Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) saat sidang terbuka disertasi
Aktivitas Antioksidan Dan Anti-Agregasi Platelet Ekstrak Cassia Vera
(Cinnamomum burmanni), Serta Potensinya Dalam Pencegahan
Aterosklerosis pada Kelinci, di Kampus IPB Darmaga, Bogor, Kamis
(16/9). Aterosklerosis dipicu kadar kolesterol yang tinggi atau
hiperkolesterolemia dalam darah.
Di samping itu, lanjutnya, proses modifikasi LDL (low density lipid)
atau lebih dikenal dengan sebutan lemak jahat, juga merupakan faktor
penting yang memacu aterosklerosis. Karena LDL termodifikasi atau
teroksidasi tidak dapat dikenali makrofag melalui reseptor normalnya,
sehingga LDL akan ditangkap dengan reseptor scavenger. Pada akhirnya
makrofag akan berubah menjadi sel busa dan secara bertahap akan
menjadi aterosklerosis.
Menurutnya, bila aterosklerosis menyumbat pembuluh darah lebih dari
70%, maka kondisinya sudah mengkhawatirkan. Keadaan terparah adalah
orang tersebut mengalami infark jantung atau stroke. Aterosklerosis
ini identik dengan penyakit usia senja yang berusia 40 tahun ke atas.
Akan tetapi penemuan terbaru mengatakan, aterosklerosis juga bisa
diderita anak remaja mulai usia 12 tahun. Hal ini karena pola makan
yang kurang baik seperti makanan berkadar lemak dan gula tinggi.
Dengan mengonsumsi ektrak kayu manis, aterosklerosis ini dapat
dicegah. Ekstrak kayu manis diperoleh Fauzan melalui uji coba dengan
menggunakan dua pelarut yaitu air dan etanol. Pelarut dengan etanol
menghasilkan ekstrak kayu manis yang mengandung total fenol 62,25%.
Kadar ini lebih tinggi dari ektrak mengunakan air yaitu sebesar
9,3%. Senyawa lain yang ditemukan adalah flanonoid, tanin,
triterpenoid, dan saponin.
Keampuhan kayu manis dalam menurunkan total kolesterol tubuh telah
dicobakan Fauzan pada kelinci. Terbukti, kelinci yang diberi pakan
mengandung ekstrak kayu manis, total kolesterolnya turun dari 44,3
mg/dl menjadi 139,1 mg/dl, LDL-C dari 286,5 mg/dl menjadi 95,8
mg/dl, dan kadar trigliserida dari 122,2 mg/dl menjadi 61,2 mg/dl.
Yang mengejutkan lagi ekstrak kayu manis itu mampu meningkatkan High
Density Lipid (HDL-C) dari 32,4 mg/dl menjadi 50,0 mg/dl, dan
menekan terjadinya lemak pada hati kelinci yaitu dari 27,47 menjadi
3,59 rata-rata butir lemak per bidang pandang dalam perbesaran
mikroskop 400 kali.
Pemberian ektrak yang masuk dalam rumpun cassia vera sebanyak 200
ppm/kg berat badan/hari ini lebih efektif dari pada pemberian 100
ppm/kg/bb/hari maupun obat aterosklerosis (Lipanthyl 300 mg/Fenolfibrate).
Pria kelahiran Bukittinggi 13 Oktober 1967 ini menyatakan, selain
dapat mencegah aterosklerosis, kayu manis juga mengandung senyawa
antioksidan yang efektif mencegah kanker. Sebenarnya, untuk
melindungi dari oksidatif yang disebabkan radikal bebas, tubuh
menyediakan enzim antioksidan seperti superoksida dismutase (SOD),
katalase, glutation peroksidase (GPx), senyawa antioksidan dan
radical scavenger seperti glutation, ubiquinol dan asam urat.
”Hanya saja, kadang karena produksi radikal bebas melebihi normal,
tubuh butuh asupan antioksidan dari makanan. Di sinilah kayu manis
sangat dibutuhkan,” kata Fauzan.
Lebih lanjut staf pengajar Fakultas Pertanian Universitas Andalas
Padang ini mengatakan, kekuatan antioksidan kayu manis yang
diekstrak etanol lebih besar dibanding BHT (antioksidan sintetis)
dan tokoferol pada konsentrasi sama.
Bagi yang ingin mengonsumsi kayu manis, bentuk ekstrak tentu sangat
tidak nyaman. Fauzan menyarankan untuk mengolahnya dalam campuran
minuman fungsional layaknya minuman Cinna-Ale buatan dosen IPB atau
dalam makanan seperti aneka bakery, cake, kue, bumbu masakan atau
sumber flavor, es krim, kembang gula, makanan ringan, dan extrude.
Penelitian yang dilakukan Fauzan sejak bulan Juni 2002 hingga
Februari 2004 ini di bawah bimbingan Prof.Dr.Ir Deddy Muchtadi,M.S.,
Dr.Ir.Fransiska Rungkat Zakaria, M.Sc., dan Drh.Bambang Pontjo
Priosoeryanto,M.S, Ph.D. Sedangkan lokasinya dikerjakan di berbagai
laboratorium IPB, Universitas Andalas Padang, dan Universitas
Indonesia.(ris/Humas-IPB)
Fauzan Azima, Doktor Ilmu Pangan IPB.
Sumber : Pikiran Rakyat Cyber
Media
|