|

JAHE (zingiber
officinale)
Indonesia : Jahe pahit (Z.o. var. amarun) HaIia padi (rasanya
amat tajam) Sunti (Z.o. var. rubrum) Halia barah atau H. udang (merah)
Jae / Jhai Bahing / Pemedas / Sipadeh
Wilayah :
Tumbuhan ini berasal dari Asia Selatan (India) dan RRC,
kini ditemukan di wilayah tropis dan subtropis, contohnya di
Indonesia. Tanaman jahe biasanya ditanam di daerah beriklim panas,
terutama di tanah gembur, kering dan subur. Jahe yang amat baik
dihasilkan di Jamaika. Sri Langka dan Cina. Tanaman jahe bisa
dipanen apabila daunnya telah menguning.
Uraian Tumbuhan :
Zingiber officinale merupakan tumbuhan herba menahun yang
tumbuh liar di ladang-ladang berkadar tanah lembab dan memperoleh
banyak sinar matahari. Batangnya tegak, berakar serabut dan berumbi
dengan rimpang mendatar. Tumbuhan semak berbatang semu ini tingginya
bisa mencapai 30 cm - 1 m. Rimpang jehe berkulit agak tebal
membungkus daging umbi yang berserat dan berwarna coklat beraroma
khas. Bentuk
daun bulat panjang dan tidak lebar. Berdaun tunggal, berbentuk
lanset dengan panjang antara 15 - 28 mm. Bunganya memiliki 2 kelamin
dengan 1 benang sari dan 3 putik bunga. Bunga ini muncul pada ketiak
daun dengan posisi duduk. Biasanya jahe di tanam pada dataran rendah
sampai dataran tinggi (daerah subtropis & tropis) di ketinggian
1500 m di atas permukaan laut. Akarnya akar serabut.
Kandungan Kimia :
Rimpang jahe mengandung minyak
atsiri, damar, mineral sineol, fellandren, kamfer, borneol, zingiberin,
zingiberol, gigerol ( misalnya di bagian-bagian merah), zingeron,
lipidas, asam aminos, niacin, vitamin A, B1, C dan protein. Minyak
jahe berwarna kuning dan kental. Minyak ini kebanyakan
mengandung terpen, fellandren,
dextrokamfen, bahan sesquiterpen yang dinamakan zingiberen,
zingeron damar, pati.
Tanaman jahe (Zingiber
officinale) merupakan tanaman yang tumbuh tegak dan merumpun
dengan tinggi mencapai 0,4 - m. Jahe tumbuh pada ketinggihan 0-1.750
m dari permukaan alut dengan curah hujan 2000 mm pertahun, pada
tanah yang gembur, subur dan cukup banyak mendapat sinar matahari.
Budidaya
Jahe dapat diperbanyak
dengan memisahkan anakan atau dengan menanam rimpangnya. Rimpang
yang akan ditanam sebaiknya rimpang yang sudah cukup tua dan
memiliki 2-3 calon mata tunas. Penanaman jahe pada umumnya dilakukan
dengan jarak tanam 25-30 cm x 40-60 cm tergantung jenis jahe yang
akan ditanam. Pengolahan tanah dilakukan untuk menggemburkan tanah
sedalam 10-25 cm. Pemupukan tanaman dilakukan dengan menaburkan
pupuk kedalama masing-masing lubang tanaman :
Pada saat pengolahan tanah (sebelum penanaman) dengan :
pupuk kandang sejumlah 7.5-10 ton/ha
urea sejumlah 75-100 kg/ha
KCL sejumlah 75 kg/ha
Pada saat tanaman berumur
45-60 hari dengan jenis pupuk dan doss yang sama baik. Penyiangan
pertama dilakukan pada saat tanaman berumur 2-4 minggu dan
penyiangan selanjutnya dilakukan 3-6 minggu sekali tergantung pada
kondisi gulma yang tumbuh.
Hama dan Penyakit Tanaman
Layu bakteri Gejala
serangan ditandai dengan layunya daun tanaman mulai dari bawah
keatas yang akan diikuti dengan membusuknya tunas. Rimpang jahe yang
terinfeksi akan mengeluarkan lendir putih jika dibelah. Pencegahan
dilakukan dengan menanam bibit yang sudah cukup umur (9-10 bulan)
dan direndam dalam bekterisida selama 10 jam. Lahan dari tanaman
yang terserang penyakit ini sebaiknya tidak ditanami selama 2-4
tahun.
Lalat (mimegralla
coeruleifrons macquart) Serangan lalat mengakibatkan tanaman
layu dan kering sedang rimpangnya akan membusuk. Pemberantasan
dilakukan dengan pemakaian nogos 50 EC
Rimpang jahe dan produksi
Panen jahe dapat dilakukan
pada saat tanaman berumur 5-10 bulan. Untuk bumbu masak atau makanan,
dibutuhkan jahe umur 5 bulan, sedang untuk industri jamu, dibutuhkan
jahe berumur 9-10 bulan. Panen sebaiknya dilakukan pada musim
kemarau pada saat seluruh daun mengering. Pada kondisi tanah yang
subur dan pemeliharaan yang benar, dari 1 ton bibit jahe dapat
dihasilkan jahe seberat 15-20 ton jahe gajah segar dan 10-15 ton
jahe emprit atau jahe putih. Pada kondisi tanaman yang kurang
terawat, rata-rata dihasilkan 5-7 ton jahe dari 1 ton bibit jahe.
Kandungan & Manfaat :
Menurut Farmakope Belanda, Zingiber Rhizoma (Rhizoma
Zingiberis- akar jahe) yang berupa umbi Zingerber officinale
mengandung 6% bahan obat-obatan yang sering dipakai sebagai rumusan
obat-obatan atau sebagai obat resmi di 23 negara. Menurut daftar
prioritas WHO, jahe merupakan tanaman obat-obatan yang paling banyak
dipakai di dunia. Di negara Malaysia, Filipina dan Indonesia telah
banyak ditemukan manfaat therapeutis. Sejak dulu Jahe dipergunakan
sebagai obat, atau bumbu dapur dan aneka keperluan Iainnya.
Jahe dapat merangsang
kelenjar pencernaan, baik untuk membangkitkan nafsu makan dan
pencernaan. Jahe berguna sebagai obat gosok untuk penyakit encok dan
sakit kepala. Jahe segar yang ditumbuk halus dapat digunakan sebagai
obat luar untuk sebagai obat mulas. Rasa dan aromanya pedas dapat
menghangatkan tubuh dan mengeluarkan keringat.
Minyak
atsirinya bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, anti inflamasi dan
anti bakteri. Air perasan umbinya (akar tongkat) digunakan untuk
penyakit katarak. Pada umumnya jahe dipakai sebagai pencampur
beberapa jenis obat yaitu sebagai obat batuk, rnengobati Iuka luar
dan dalam,melawan gatal (umbinya ditumbuk haIus) dan untuk mengobati
gigitan ular
BAGIAN YANG DIGUNAKAN
Rimpang.
Kegunaan
1. Obat Kuat
2. Asi.
3. Batuk.
4. Membangkitkan nafsu makan.
5. Mulas.
6. Perut kembung.
7. Serbat.
8. Gatal (obat luar).
9. Luka (obat luar).
10. Sakit kepala (obat luar).
11. Selesma (obat luar
RAMUAN DAN TAKARAN
Impotensi
1 ons jahe (+/- 1 ons Jahe Sulthon) 1 butir telur ayam kampung 1 butir
jeruk nipis besar 1 sendok makan kecap manis 1 sendok makan madu
murni 7 butir merica 3 kuncup laos Cara membuat: Rimpang jahe
diparut diambil airnya atau Jahe Sulthon diseduh dengan air panas
dengan air secukupnya, telur dikocok sampai halus. Jeruk nipis
diperas diambil airnya, merica ditumbuk halus. Semua bahan dicampur
dan diaduk rata. Ramuan yang sudah jadi ini diminum setengah jam
sebelum beraksi.
Mulas
Ramuan:
Jahe Merah (parut) 3 rimpang
Cara pembuatan: Diperas.
Cara pemakaian: Diminum 3 kali sehari 1 sendok teh.
Lama pengobatan: Diulang selama 3 hari.
Serbat
Ramuan:
Jahe 1 rimpang
Bunga Cengkih 2 biji
Buah Kemukus 4 biji
Buah Cabai Jawa 3 biji
Sereh 1 ruas jari tangan
Biji Pala 1 / 5 butir
Daun Jeruk Purut 1/2 lembar
Kulit Kayu Manis sedikit
Gula Aren secukupnya
Air 200 ml
Cara pembuatan: Dibuat infus atau diseduh.
Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali
minum 100 ml.
Lama pengobatan : Diulang selama 4 hari.
ASI
Ikan dan udang baik sekali untuk melancarkan ASI. Kadang-kadang bayi
rentan terhadap ASI yang berbau ikan atau udang. Untuk mencegah hal
tersebut ibu menyusui harus makan lalap Jahe atau Kemangi.
Sakit kepala dan Selesma (Influenza)
Penderita influenza biasanya merasa nyeri di punggung dan di
pinggang (greges-greges). Untuk mengurangi rasa nyeri tersebut
penderita dapat diobati dengan ramuan sebagai berikut.
Jahe Merah beberapa rimpang
Air secukupnya
Cara pembuatan:
Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian:
Tambahkan minyak kelonyo secukupnya dan gosokkan pada bagian badan
yang terasa nyeri. Untuk sakit kepala ditempelkan pada pelipis dan
belakang telinga penderita.
Selesma
Ramuan:
Jahe Merah 1 rimpang
Herba Poko segar 1 genggam
Buah kemukus 6 butir
Biji Jintan Hitam 2 butir
Air sedikit
Cara pembuatan:
Dipipis hingga berbentuk pasta.
Cara pemakaian:
Pindahkan ramuan ke kain bersih dan ikat dengan tali, kemudian
masukkan ke dalam cuka hangat dan oleskan ke seluruh badan, agar
mempercepat keluarnya keri
|