Home | Produk | Daftar Distributor Daerah | Hubungi

Peluang Usaha

Dicari distributor atau agen untuk memasarkan produk Bandrek dan Bajigur diseluruh wilayah Indonesia

Jadilah yang pertama memasarkan di daerah anda

 

Sekilas Info

  1. Manfaat Jahe bagi kesehatan...

  2. Manfaat Lada bagi kesehatan...

  3. Manfaat Cengkeh bagi kesehatan...

  4. Manfaat Pala bagi kesehatan...

  5. Manfaat Kayu Manis bagi kesehatan...

  6. Manfaat cabe Jawa bagi kesehatan...

 

Tanaman Herbal

Adas

Anggur Merah

Asam Jawa

Bawang Bombay

Bawang Putih

Beluntas

Bengkoang

Boroco

Brotowali

Buncis

Bunga Matahari

Bunga Teratai

Coklat

Daun Dewa

Daun Sirih

Gandarusa

Inggu

Jambu Monyet

Jayanti

Jintan Putih

Kacang Tanah

Kapulaga

Kecubung

Kencur

Kunyit

Lidah Buaya

Mengkudu

Pinang

Putri Malu

Sengugu

Taoge

Tapak Dara

Tapak Kuda

Tapak Leman

Temu Lawak

 

                                           

                                  Bunga Teratai (Helianthus annuus Linn) 

Biji Bunga Teratai Untuk Stamina Hingga Menunda Penuaan! 

Biji bunga teratai merupakan bagian dari bunga yang dianggap sebagai lambang kesucian bagi umat Budha. Biji bunga teratai diyakini bisa menyembuhkan penyakit. Selain mendorong agar limpa sehat, membantu menghentikan diare, juga dapat memperkuat jantung dan ginjal.

Biji teratai atau yang dalam bahasa Cina disebut lian mi, berarti biji lotus, merupakan tanaman air yang mampu bertahan hidup cukup lama. Cirinya, bunga dan daun berdiri tegak di air. Ketika bunga telah mekar, terbentuk kelopak biji yang berisi 20-30 lubang kecil. Pada setiap lubang tersembunyi satu buah biji.

Kulit luar biji teratai ini keras dan berwarna hitam. Bila dibuka, tampak biji yang berwarna merah. Di dalamnya terdapat daging biji yang berwarna kuning pucat, berbulu, dan agak seperti bubuk.

Aroma biji ini tidak terlalu menyengat dan rasanya agak manis. Di tengah-tengah biji terdapat kecambah kecil warna hijau, yang biasanya disebut hati teratai, rasanya agak pahit.

Rasa kelopak bunganya manis dan mengandung astringen, zat yang menyebabkan pengerutan jaringan. Karena dapat mengurangi sekresi, daging buahnya baik untuk perawatan kulit.

Sifat biji bunga teratai tidak panas maupun dingin. Khasiatnya mendorong agar limpa sehat, membantu menghentikan diare, dan memperbaiki jantung serta ginjal.

Menghilangkan Panas

Rasa daging buah teratai pahit namun menyegarkan. Khasiatnya meredakan panas dalam perut, menghentikan pendarahan, dan mencegah keluarnya mani di malam hari.

Daging buah biji teratai mengandung karbohidrat, protein, minyak, kanji, kalsium, fosfor, dan besi. Daging biji teratai juga mengandung banyak alkaloid, glukosida, dan sebagainya.

Menurut Dr. Setiawan Dalimartha, dokter yang banyak menggunakan resep tanaman obat dan metode holistik dalam menangani pasiennya, sifat khas dari biji bunga teratai ialah mendinginkan. “Salah satu kegunaan biji teratai ini ialah menghilangkan panas dalam di lambung, serta mengeluarkan panas dan lembab dari usus,” kata Dr. Setiawan.

Endah Lasmadiwati, ahli tanaman obat dari Bogor, mengingatkan bahwa penggunaan biji teratai yang berlebihan bisa menyebabkan diare. Sebab, kandungan protein nabatinya sangat besar. “Jadi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, untuk menyembuhkan penyakit, disarankan menuruti benar apa yang tertulis dalam resep,” ujar istri Putu Oka Sukanta, akupunturis dan pemilik Kebun Obat Taman Sringanis Bogor ini.

Kini biji bunga teratai mudah didapatkan di mana-mana, semisal di toko obat Cina atau toko ramuan khusus, termasuk di hypermarket dan pasar swalayan. Ada di antaranya yang sudah dalam bentuk terkupas rapi, ada pula yang masih seperti aslinya. @ Suharso Rahman

Pengobatan Penyakit Menggunakan Ramuan Biji Teratai

1. Mengembalikan stamina setelah sakit parah, mengembalikan tenaga karena kerja berlebihan, atau untuk mereka yang seusai melahirkan

Ambil 30 gram daging biji teratai, 30 gram gula merah, 30 gram anggur beras, dan dua telur ayam negeri. Aduk menjadi satu adonan, kukus. Makan setiap malam hingga keluhan berkurang.

2.  Disentri berkepanjangan Ambil 30 gram daging biji teratai, kukus hingga matang. Jemur dan tumbuk menjadi bubuk. Tambahkan pada menu makan sehari-hari. Lakukan tiga kali sehari.

3.  Limpa dan perut melemah setelah diare Ambil 120 gram daging biji teratai dan 120 gram beras. Secara terpisah, sangrai kedua bahan tersebut hingga berwarna kuning. Tumbuk hingga menjadi bubuk. Campur dengan 2 sendok teh gula pasir dan air matang. Kompreskan di daerah yang sakit.

4. Tekanan darah tinggi Ambil 1,5 gram biji teratai. Setelah dibersihkan hingga mendapatkan intinya, masukkan dalam mulut dan kunyah. Kemudian telan dengan minum air. Lakukan tiga kali sehari.

5.  Mata merah dan bengkak, mata tegang, air mata sering keluar Ambil 3 gram biji teratai dan 9 gram bunga seruni. Kumpulkan dalam kain bersih, kukus. Setelah agak dingin, kompreskan pada mata. Lakukan dua kali sehari, pagi dan malam hari.

6.  Susah tidur Siapkan 5-12 gram biji teratai, rendam, rebus dengan tiga gelas air hingga menjadi satu gelas. Setelah agak dingin, minum airnya dan bijinya dimakan. Lakukan hingga ada perubahan.

7.  Depresi, stres, gelisah Ambil 20 butir biji teratai, 15 gram biji lengkeng, 10 butir angco, dan 10 gram kim cim. Semuanya direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc. Setelah agak dingin, minum airnya. Biji teratai, angco, dan kim cim rebus bisa dimakan. Lakukan hingga keluhan berkurang.

8.  Menunda penuaan Siapkan 30 gram biji teratai, 15 gram bunga teratai, dan 50 gram akar rimpang teratai yang telah dipotong-potong. Rebus semuanya bersama 25 gram beras merah sampai menjadi bubur. Selagi hangat, makan.

Catatan:

Sebelum mencoba resep ini, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau terapis kesehatan untuk mencegah kontraindikasi.

 

Sumber : dari berbagai sumber

 

Copyright © 2008 CV. Jamitra Inkaru Group. All rights reserved.