|
Beluntas (Pluchea indica (L)
Less)
Beluntas
tumbuh sebagai semak atau setenggah semak, tinggi 2 meter kadang
lebih, bercabang banyak, berusuk halus dan berbulu lembut. Tumbuh liar di tanah tandus
dan jelek, atau di tanam sebagai pagar. Tumbuh pada ketinggian 1000
mtr dpl. Daun bertangkai pendek, letak berselang-seling, bentuk
bulat telur sunsang, ujung bundar melancip, bergerigi, warna hijau
terang, bunga keluar di ujung cabang dan ketiak daun berbentuk bunga
bonggol bergagang atau duduk, warna ungu, buah longkah agak
berbentuk gasing, warna coklat degan bersudut putih, logos.
Nama
lain
:
Beluntas (Indonesia), luntas (Jawa), baluntas,
baruntas (Sunda), baluntas (Madura), lamutasa (Makasar), baluntas
(Sumatra), Lenaboui (Timur), Luan Yi (Cina)
PEMANFAATAN :
Bagian yang Dipakai:
Seluruh tanaman, segar/dikeringkan.
KEGUNAAN :
1. Menghilangkan bau badan.
2. Gangguan pencernaan pada
anak-anak dan menambah nafsu makan.
3.
Menurunkan panas, peluruh keringat.
4.
Scabies.
5. TBC
kelenjar leher (Cervical
tuberculous lymphadenitis)
6. Nyeri pada rheumatik,
sakit pinggang (Lumbago)
PEMAKAIAN:
10 - 15
gr, direbus.
CARA
PEMAKAIAN:
1.
Gangguan pencemaan pada anak-anak: 10 - 15 gr daun dicampurkan pada
bubur saring/nasi tim.
2. TBC kelenjar leher: - extra batang dan
daun beluntas, extragelatin dari kulit sapi, rumput laut (Laminaria
japonica). Bahan-bahan ini ditim sampai
lunak, lalu dimakan.
3. Nyeri
rheumatik: 15 gr akar beluntas, direbus, minum.
4.
Menghilangkan bau badan: sebagai lalap.
5.
Peluruh keringat, menurunkan panas: Daun direbus, atau
diseduh sebagai teh, minum.
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK
FARMAKOLOGIS:
Baunya khas (Sengir) dan
rasanya getir. Daun: menambah nafsu makan (Stomakik), membantu
pencernaan.
KANDUNGAN KIMIA:
Alkaloid,
minyak atsiri.
Sumber
: dari berbagai sumber
|